Skip to main content

Meningkatkan Motivasi Sebagai Mahasiswa Baru

 

             

    

    Lingkungan baru, pembiasaan baru. Banyak sekali penyesuaian yang kita harus lakukan setelah kita mendapat status mahasiswa. Kita dituntut untuk lebih mandiri dalam mengurus urusan yang mungkin  belum terbiasa sebelumnya. Mencuci baju sendiri, belanja sendiri, mengatur keuangan sendir, dan sebagainya.

    Selain mengurusi urusan pribadi, mahasiswa juga dituntut untuk aktif di kampus, baik dalam bidang pembelajaran maupun organisasi di universitas. Pada pagi hari, seorang mahasiswa harus bisa berusaha datang lima menit sebelum jadwal di kelas. Setelah itu, dia juga harus bisa menyempatkan waktu untuk berkunjung ke perpustakaan untuk mencari referensi. Dan selain itu, dia juga ditunggu oleh teman-temannya untuk mengurusi event yang akan segera digelar. Dan banyak lagi contoh aktivitas seorang mahasiswa di kampus.

    Maka tidak aneh apabila di sela-sela kesibukan tersebut, kita merasa letih ataupun penat menjalani aktivitas tersebut. Rasa letih itu makin lama makin terkumpul, dan sedikit-demi sedikit menurunkan motivasi belajar kita di kampus. Tidak jarang juga karena motivasi rendah, hal tersebut berpengaruh terhadap kesehatan mental, bahkan fisik. Lalu, apa yang bisa kita lakukan?

·       Luruskan Niat

    Ada beberapa solusi untuk masalah ini. Yang pertama, luruskan niat kita dalam beraktivitas. Dalam hadits arba’in nomor 1, Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya.” Niat, ataupun intention kita terhadap suatu pekerjaan sangatlah pentung dan berpengaruh besar terhadap proses pengerjaan aktivitas tersebut. Missal, si A berniat kuliah untuk sekedar menambah harga jual diri agar mudah diterima di perusahaan besar. Karena niatnya hanyalah sekedar menggugurkan kewajiban, dan terkesan setengah terpaksa, maka tidak heran apabila motivasi studinya suatu saan menurun, karena fondasi A untuk belajar hanya sekedar penggugur kewajiban, tanpa diiringi rasa antusias. Sebaliknya, si B melanjutkan studi ke universitas untuk mencari ilmu baru dan mendalami bidang yang diminatinya. Alhasil, dia tidak akan mudah malas dalam melakukan aktivitas studi, karena setiap proses yang ia jalani merupakan tujuan dia masuk universitas yang setiap detiknya ia nikmati. Jadi, niat yang terkesan kecil dan tidak signifikan sangat berpengaruh terhadap pekerjaan yang diniatkan tersebut.

·       Berpikir Positif

    Solusi selanjutnya adalah carilah 1001 alasan untuk berprasangka baik. Salah satu hal yang membuat turunnya motivasi hidup adalah pikiran yang sera negatif. Bila isi kepala sudah serba negatif, segala kejadian dan masalah yang menerpa akan terasa seperti beban yang sedikit demi sedikit menumpuk di pundak, dan menghambat aktivitas mahasiswa, baik urusan pribadi maupun urusan studi. Oleh karena itu, biasakan untuk berpikir postif dan mencari alibi agar pikiran kita tetap positif. Bila sudah berpikiran demikian, segala rintangan yang menerpa kita akan terasa seperti nikmat dan berkah yang diberikan kepada kita. Dan prasangka yang ada dalam benak kita juga merupakan doa yang akan dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa. Jadi stay positive!

·       Fokus ke Solusi

    Solusi yang ketiga adalah, carilah solusi. Bingung maksudnya bagiamana? Maksudnya adalah fokus kepada mencari pemecahan dari sebuah masalah, bukan sibuk mengeluh dan mencela masalah yang ada di hadapan kita. Kita ibaratkan hidup kita seperti ujian di sekolah dulu. Yang menjadi masalah bukanlah soal-soal yang diberikan oleh guru. Karena seberapa beratnya soal-soal tersebut, apabila kita mengetahui jawabannya, maka kita akan bisa mengerjakan soal-soal tersebut dengan mudah. Yang menjadi masalah bukanlah soalnya, melainkan jawabannya. Maka ayo fokus ke mencari solusi suatu masalah daripada berkeluh kesah. Selain sia-sia, mengeluh juga bisa menyebarkan negativitas yang ada dalam diri kita ke orang-orang yang ada di sekitar kita. Alih-alih mempermudah masalah, yang ada malah memperkeruh keadaan yang sudah sulit.

    Hidup itu seperti roda, kadang di atas, kadang di bawah. Oleh karena itu, harus senantiasa kita cermati bagaimana kita menyikapi setiap episode dalam hidup kita. Motivasi turun itu wajar. Kegagalan itu milik semua orang. Yang membedakan orang sukses dan yang belum adalah bagaimana ia menyikapi episode kehidupan yang sedang turun tersebut. Apakah akan berputus asa dan terpuruk? Atau mengubah segmen hidup yang kelam itu menjadi bahan bakar menuju kesuksesan di masa depan? Pilihannya ada di tanganmu.

Comments