Di era yang serba sibuk ini, kita dituntut untuk bisa beradaptasi mengikuti arus kehidupan yang makin deras seiring berjalannya waktu. Aktivitas yang padat merupakan makanan sehari-hari yang mau tidak mau harus diterima oleh generasi kita. Istilah “bangun pagi tidur pagi” kerap kali terdengar di lingkungan pemuda generasi Z ini.
Dengan padatnya aktivitas yang ada, kesehatan mental adalah salah satu hal yang terdamak paling besar. Tingginya intensitas pekerjaan dengan segala permasalahannya menambah beban pikiran, yang bila tidak disertai tindakan yang benar, bisa menjadi penyakit mental, yang terkesan sepele, namun dampaknya luar biasa besar terhadap produktivitas seorang pemuda.
Seseorang dengan mental yang kurang sehat akan sulit menikmati aktivitas sehari-harinya. Segala masalah yang ada di hadapannya terasa bagaikan dinding yang menjulang makin tinggi tiap munculnya masalah baru. Jangankan menikmati pekerjaan, memulainya saja sudah membuat kepala pening dan darah panas. Akibatnya, timbullah efek domino, yaitu menumpuknya pekerjaan akibat mood yang kurang baik. Dan dengan menumpuknya pekerjaan otomatis masalah yang ada semakin menggunung, mempersulit situasi yang sebelumnya saja sudah sulit.
Sebab menurunnya mental health
Pressure orang tua
Hal-hal yang memicu timbulnya penyakit mental beragam. Tekanan yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya salah satunya. Orang tua manapun menginginkan hal yang terbaik untuk anaknya, namun cara menyalurkan kasih sayang dan kepedulian tersebut berbeda-beda di setiap keluarga. Yang repot adalah ketika orang tua memaksa kehendaknya kepada anak, karena merasa sudah berpengalaman dalam hidup. Sebagai anak, memang haurs mendengarkan nasihat orang tua sebagai senior di “sekolah” kehidupan. Namun bagaimanapun juga, situasi zaman dulu dan sekarang sedikit banyak berbeda. Tantangan yang ada hari demi hari makin sulit, pemecahan masalahnya pun makin bereagam. Jadi kadangkala pengalaman yang dialami oleh orang tua sudah tidak valid dan kompatibel dengan keadaan sekarang. Hal itulah yang kerap kali menjadi masalah.
Pressure masyarakat
Selain itu tuntutan dari lingkungan juga menjadi beban pikiran pemuda generasi z. Stigma “orang sukses adalah yang banyak uang” tidak jarang lewat di telinga kita. Standar kualitas seseorang diukur dari kesuksesan karir dan kemampuan ekonomi. Ada juga yang shaming keadaan seseorang karena pekerjaan yang tidak popular, seperti web designer, software engineer, peternak sapi, dan sebagainya. Pressure yang diapat dari masyarakat, baik sengaja maupun tidak, mempengaruhi kenyamanan seseorang untuk beraktivitas, dan akhirnya menurunkan prodiktivitas dan kesehatan mental orang tersebut.
Masih banyak lagi penyebab turunnya kesehatan mental pemuda generasi Z. namun cukup masalah, bagaimana cara mengatasina?
Solusi
Sharing dengan teman
Di era global ini, berkomunikasi tidak pernah semudah seperti sekarang. Berbincang seru dengan aplikasi chatting, bertatap muka tanpa terbatas jarak dengan video call, dan sebagainya. Oleh karena itu, generasi muda harus bisa manfaatkan teknolegi tersebut untuk bersosialisasi dengan teman-teman. Sharing hal yang positif, saling menguatkan dan mencari solusi untuk permasaalahan, berdampak sangat baik terhadap motivasi dan kesehatan mental. Masalah yang besar, apabila dibagi akan terasa lebih ringan, dan secara tidak sadar solusi dari masalah tersebut akan muncul. Oleh karena itu, bersosialisasilah, baik dengan bertemu fisik maupun menggunakan teknologi.
Istirahat cukup dan berkualitas
Walau terkesan remeh, jam tidur sangatlah vital terhadap produktivitas dan kesehatan mental ktia. Saat seseorang tidur, tubuhnya akang mengalami beberapa perubahan. Suhu tubuh akan menurun, otot-otot di seluruh tubuh akan rileks, dan detak jantung pun akan melamban. Hal-hal tersebut menciptakan efek psikologis yang menenangkan pikiran dan juga membantu proses mengingat dan memahami suatu materi. Yang terjadi apabila tidur seseorang kurang berkualitas, bahkan kurang, adalah terganggunya proses diatas. Hal tersebut menyebabkan relaksasi pikiran dan fisk terganggu, akhirnya pikiran pun terasa ruwet dan makin sulit untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Memang, aktivitas pada zaman sekarang bisa sangat padat dan menuntut kita untuk mengurangi waktu istirahat, namun perlu dicermati pula apabila memaksakan diri untuk mengerjakan sesuatu, hasil akhirnya bisa jadi lebih buruk daripada menjaga ritme istirahat. Oleh karena itu, biasakan memiliki jam tidur yang teratur setiap harinya. Cobalah untuk tidur awal dan bangun awal. Tugas-tugas dikerjakan bangun tidur pada dini hari, sehingga selain mendapat istirahat cukup, bisa bangun pagi, konsentrasi juga lebih tinggi. Kita juga terhindar dari keterlambatan akibat bangun siang. Trik lain yang bisa diterapkan adalah tidur siang. Tidak perlu lama-lama, 20-60 menit tidur sebelum tengah hari bisa membantu mengembalikan konsentrasi dan tenaga. Yang penting bukan durasi tidur, melainkan kualitas dari tidur tersebut.
Rajin Beribadah
Beribadah merupakan sumber ketenangan hati dan pikiran. Mau seberapa keras kita berusaha, yang mengatur dan memberikan ketenangan hanyalah Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu, sisipkanlah di setiap jadwal kita waktu untuk beribadah. Mohon kepada Yang Maha Kuasa agar diberikan ketenangan serta kemudahan dalam aktivitas kita sehari-hari. Sebaik-baik nya tempat curhat, adalah curhat kepada Yang Maha Mendengar. Selain melakukan ibadah, yakinilah dalam hati bahwa doa-doa kita pasti akan dikabulkan, dan kita senatiasa di berikan petunjuk oleh Yang Maha Memberi Petunjuk. Maka dijamin seberpaa besar masalah yang akan menerpa, kita sudah siap untuk melampaui masalah tersebut.
Mental health merupakan suatu hal yang terkesan sepele, namun dampaknya luar biasa besar terhadap kehidupan kita. Maka dari itu, kita harus bersama-sama menjaga kesehatan mental, baik diri sendiri maupun orang lain. Bila melihat teman kita yang sedang dilanda kesedihan maupun kesusahan, maka bantulah menghibur dan mencari solusi bersama. Barangisapa yang memudahkan urusan orang, maka urusannya akan dimudahkan. Mari bersama-sama menjaga kesehatan mental agar tercipta bangsa yang lebih produktif dan bahagia.
Comments
Post a Comment